Kamis, 24 Mei 2012

Tugas Bahasa Inggris


tugas bahasa inggris gua , gua versiin bahasa indonesia :)
kocak ceritanya gak nyambung 



Pada suatu hari ada seorang pangeran berwajah tampan bernama Arimaba . dia adalah anak dari Raja Brama dan Ratu Latifah. Suatu hari pangeran pergi ke hutan untuk pergi berburu. di hutan pangeran melihat seorang gadis cantik yang sedang berjalan dengan rambut yang acak-acakan . karena pangeran berburu seorang diri maka dia memberanikan diri untuk menyapa gadis tersebut.

"hai, siapa nama kamu mengapa kamu berjalan sendiri di hutan yang sepi ini ?" pangeran menyapa gadis tersebut dengan menuruni kudanya.

"namaku Shinta , aku memang selalu sendiri." jawab gadis itu tanpa menoleh ke arah pangeran

“hai Shinta , aku pangeran arimba dari kerajaan Majamanis . aku sedang berburu seekor alap-alap . apakah kamu tau dimana biasanya alap-alap bersembunyi ?” pangeran menanyakan tentang hewan yang sedang ia cari.

“senang berjumpa denganmu. Namun aku harus segera pulang. Permisi” kata gadis itu sambil berlalu pergi meninggalkan pangeran.

“tunggu Shinta , izinkan aku mengantarmu pulang.” Pangeran menawarkan Shinta untuk mengantarnya pulang namun Shinta menolaknya.

“terimakasih sebelumnya tapi itu Tidak perlu , aku bisa pulang sendiri.” Jawab Shinta.

Shinta menganggap pertemuannya dengan pangeran hanyalah kebetulan semata yang tidak perlu di ingat. Namun beda halnya dengan pangeran . ia menggap bahwa pertemuan ini adalah pertemuan yang sangat luar biasa dan tidak dapat dilupakan . mungkin pangeran mulai merasakan cinta pada pandangan pertama.

Akhirnya pangeran pulang ke istana kerajaan Majamanis yang letaknya tidak jauh dari hutan tempat pangeran berburu. Sesampainya di depan pintu gerbang istana , pangeran langsung disambut oleh beberapa prajurit yang biasanya menemaninya berburu.

“Selamat datang pangeran” kata sambutan dari para prajurit tidak dihiraukan oleh pangeran . pangeran hanya senyum-senyum tidak menemtu sambil membayangkan wajah gadis yang baru ia temui di hutan , ya Shinta.

Gelisah , selalu teringat wajah cantik itu , memikirkan gadis itu , dan senyum-senyum sendiri . hanya itu yang dilakukan pangeran dari selesai isya sampai tengah malam ini. Terkadang terbesit di ikiran pangeran . siapa sebenarnya gadis yang telah mampu membuat luluh hatinya itu .

“siapa dia ? mengapa dia datang dan membawa berbagai rasa dalam hatiku? Apa mungkin aku mencintainya ? tapi siapa dia ? mengapa gadis secantik dia ada di tengah hutan ? apalagi dia sendirian dan terlihat sedikit acak-acakan ?” hanya kata-kata itu yang selalu dipikirkan oleh pangeran namun sudah berjam-jam pangeran memikirkan hal itu namun belum juga ada jawaban yang dapat mengisi pertanyaan untuk hatinya itu.

“Hemm , aku tahu ! lebih baik besok aku kembali ke hutan dan mencari gadis cantik itu ! brilian . aku akan mencarimu  Shinta . tunggu aku .” teriak pangeran dengan mata yang berbinar-binar

Keesokan harinya setelah meminta izin kepada raja Brama dan ratu latifah pangeran kembali kehutan tanpa ditemani seorang prajurit. Di dalam hatinya ia menaruh harapan yang sangat besar untuk dapat kembali bertemu dengan gadis yang telah menyita waktunya dan perhatiannya itu.

Setelah hampir satu jam pangeran mencari Shinta , akhirnya pangeran melihat sesosok gadis yang ia dambakan sedang duduk di pinggir sungai yang indah  . dengan cepat pangeran langsung menghampiri gadis tersebut untuk mengenalnya lebih dalam dan untuk menannyakan hal-hal yang mengganjal dihatinya tentang gadis itu dari kemarin.

“Hai Shinta , akhirnya kita berjumpa lagi.” Sapa pangeran yang langsung duduk di samping shinta.

“Hai pangeran , apakah kamu masih mencari alap-alap ?” tanya Shinta pada pangeran.

“Sebenarnya aku datang ke hutan ini bukan untuk mencari alap-alap . aku memang suka sekali kepada burung alap-alap namun ada yang lebih aku suka di dalam hutan ini . dan itu yang membuatku kembali kesini.” Jawab pangeran.

“Jika aku boleh tahu , apa yang membuat kamu kembali kesini ?” tanya Shinta lagi.

“aku mencari kamu Shinta.” Jawaban pangeran membuat Shinta sangat terkejut dan Shinta langsung menatap ke arah pangeran sampai mata mereka bertemu.

“Kamu mencariku ? ada apa ?” Shinta penasaran mengapa pangeran kembali ke hutan hanya untuk mencarinya.

“Mungkin kamu tidak percaya Shinta . tapi ini memang terjadi pada diriku . setelah pertemuan kita kemarin aku merasakan sesuatu yang berbeda pada dirimu . aku memikirkanmu semalaman. Mungkin .......” kata-kata pangeran terhenti

“Mungkin apa pangeran ?”

“Mungkin aku mencintaimu Shinta . cinta pada pandangan pertama.” Kata-kata pangeran kali ini membuat  Shinta benar-benar terkejut . Shinta langsung beranjak dari tempat duduknya.

“Apa ? pangeran mencintaiku ? itu tidak boleh terjadi.” Kata Shinta dengan nada tinggi.

“Mengapa ?” pangeran ikut beranjak dari tempat duduknya

“Kita berbeda , pangeran . berbeda dalam segala hal . kamu tidak boleh mencintaiku . kamu harus mendapatkan istri yang lebih baik dari ku .” kata-kata Shinta sangat membuat pangeran kecewa.

“Tapi Shinta , aku sangat mencintaimu.”

“Pangeran , aku hanyalah seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga . aku tidak ingin menjadi aib bagi keluarga kerajaan.” Kata Shinta

“Aku tidak peduli darimana kamu berasal . aku yakin kamu orang baik dan aku yakun keluargaku akan menerimamu dengan baik juga.”

“Sebelum semua terlalu jauh . lebih baik kamu melupakan aku . selamat tinggal , pangeran.” Ucap Shinta sambil berlari menjauhi pangeran

Pangeran langsung mengejar Shinta . namun Shinta berlari dengan sangat cepat sehingga pangeran kehilangan jejak Shinta . akhirnya pangeran memutuskan untuk mencari rumah Shinta . karena ia yakin pasti rumah Shinta ada di dalam hutan ini.

Setelah agak lama pangeran mencari . akhirnya pangeran menemukan sebuah kuil kecil yang terlihat sudah tidak dipakai . ‘mungkin Shinta tinggal disini’ batin pangeran . pangeran langsung memasuki kuil tersebut dan mencari sosok shinta . namun didalam tidak ada satupun barang. Yang ada hanyalah lukisan seekor kelinci yang sedang diterkam oleh burung alap-alap.

Akhirnya pangeran kembali ke istana dengan perasaan hancur yang ia rasakan. Ia masih memikirkan kata-kata terakhir tang diucapkan oleh Shinta sebelum Shinta meninggalkannya.

Keesokan harinya pangeran kembali lagi kehutan untuk tetap mencari gadis yang ia cintai itu . namun sekarang ia ditemani oleh dua orang prajurit. ia kembali memasuki kuil yang kemarin ia masuki . ia berharap bahwa Shinta ada didalamnya . namun keadaan di dalam kuil masih sama seperti kemarin . sepi dan tidak ada satu barang pun yang ada di dalamnya.

Namun ia merasakan suatu keganjilan dalam lukisan yang kemarin ia lihat. Didalam lukisan itu tidak ada gambar seekor kelinci , yang ada hanyalah gambar burung alap-alap yang tinggal sendirian. Pikiran pangeran langsung melayang terbang dan pikirannya kini hanyalah tertuju kepada sungai tempat ia berbincang dengan Shinta kemarin.

Ternyata benar dugaan pangeran . Shinta sedang duduk di pinggir sungai . dengan cepat pangeran langsung mendekati Shinta dan menggenggam erat tangan Shinta agar Shinta tidak dapat melarikan diri lagi.

“Jelaskan kepadaku !” kata pangeran

“Jelaskan apa ,pangeran ?” tanya Shinta bingung.

“Aku tahu kamu adalah kelinci yang ada didalam lukisan itu. Mengapa itu bisa terjadi ? itu mustahil .” namun belum selesai pangeran berbicara , mata shinta sudah mengeluarkan air yang sangat deras dan mengkilap . seketika itu juga hujan turun tanpa tanda-tanda sebelumya.

“kamu benar . aku adalah kelinci yang ada di lukisan itu . aku ini adalah siluman . maka dari itu aku menjauhimu . aku tidak ingin kerajaanmu hancur hanya karena kamu mencintaiku.” Sama halnya dengan pangeran yang sedang terkejut . kini Shinta juga terkejut karena kini pangeran memeluknya.

“Aku mencintaimu apa adanya . bukan ada  apanya . aku menerima keadaan kamu sebagai siluman . aku tetap ingin hidup bersamamu . kerajaanku tidak akan hancur karena kamu . aku yakin itu. Maukah kamu menikah dan hidup bersama denganku selamanya ?” tanya pangeran yang masih memeluk erat Shinta.

“Apa kamu bersungguh-sungguh?”

“Aku tidak pernah main-main dengan perkataanku.”

“Baiklah , aku bersedia hidup dengan mu”

Pangeran langsung membawa Shinta ke istana kerajaan untuk memperkenalkan Shinta kepada ayah dan ibunya. Sesampainya di istana , pangeran langsung menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya. Termasuk tentang rencananya untuk hidup bersama dengan Shinta.

“Anakku , jika kamu memang mencintainya ibu merestui kamu untuk menikahinya . meskipun ia berbeda dengan kita . namun ibu yakin kamu akan bahagia.” Kata ratu latifah sambil tersenyum kepada Shinta.

“Terimakasih ibu , lalu bagaimana dengan ayah ? apakah ayah juga merestui hubungan kami ?” tanya pangeran kepada raja Brama dengan penuh harap.

“Apaboleh buat ? tidak ada yang bisa memisahkan cinta kalian . ayah merestui hubungan kalian. Kami akan megadakan pesta yang meriah nanti malam untuk perta pernikahan kalian.”

Pertemuan Pangeran Arimba dengan Shinta memanglah sangat singkat . namun dari pertemuan singkat itu dapat menghasilkan sebuah kebahagiaan yang tak terbatas . mulai saat itu penduduk kerajaan Majamanis mulai mengerti bahwa cinta itu bukan hanya datang dari persamaan . tapi cinta dan kebahagiaan juga dapat datang dari suatu perbedaan . bahkan perbedaan yang sangat besar sekalipun.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar